Rabu, 24 Juni 2015

Dari PERTAMEDIKA BALIKPAPAN Sampai Kini di Jl. R.E. Martadinata/Merdeka No 97 Mekarsari Balikpapan Tengah

Saat itu di tengah teriknya matahari siang di Kota Minyak, memalui perjuangan keras Istriku bersama Bidan Sri Ekowati di Pertamedikan Balikpapan, Sang Khalik menitipkan seorang malaikat kecil di tengah kehidupanku. Saat itu, bobotnya 3200 gr dengan Panjang Badan 50 cm dan Lingkar Kepala 33 cm. Aku menyebutnya 'malaikat kecil' sebab kurasakan melalui dia Allah telah menyapa kehidupanku dengan suaraNya yang begitu menyegarkan jiwa. Sekaligus Dia telah memberikan sebuah tugas bagiku memelihara sebuah anugerah yang tak terhingga besarnya. Dia adalah 'malakh' bagi kehidupanku.

Alvaro Radithya Pratama Purba, demikian aku menyebut sang malaikat kecil itu. Sebutan itu adalah bagian dari doa dan harapanku baginya. Dalam kebudayaan Spanyol, Alvaro berarti "anak sulung yang menjadi pelindung, pemimpin keluarganya". Tapi lebih dari itu, Alvaro merupakan formulasi yang kuracik sendiri dari bahasa Latin 'Alfa' dengan bahasa Simalungun 'ro' atau 'roh'. Yang kemudian membentuk sebuah formulasi bahasa Latin-Simalungun: "Alvaro" yang berarti "na parlobei roh" (yang pertama hadir). Memang, aku berharap dia akan menjadi anak sulung yang mengayomi, menjaga  keutuhan dan keindahan keluargaku. Dan faktanya, ia adalah cucu pertama dari anak laki-laki bagi ibu dan bapakku. Yang sering dalam budaya kami disebut "pahompu panggoranan" . Nama ini mengandung doa dan harapan besar bagiku, sebagai sosok anak dan cucu yang pertama hadir di tengah keluargaku dan keluarga ibu-bapakku, kehadirannya yang pertama akan mengundang cucu-cucu berikutnya bagi keluarga besarku.

Yang menemani doa dalam formulasi 'Alvaro' kusisipkan kata dalam bahasa Sansekerta "aditya" yang berarti "orang yang ijaksana" serta kutambahkan pula kata dalam bahasa Simalungun 'ra' yang berarti 'mungkin', 'akan', 'mau'. Sehingga muncullah formulasi kata 'Radithya' yang bagiku berarti "akan menajadi orang yang bijaksana atau berhikmat". Berhikmat atau bijaksana disini kuartikan sejalan dengan pemahaman Amsal, yakni berhikmat atau bijaksana dimana itu semua berasal dari hidup yang takut akan Tuhan. Doa dan harapanku, dia akan menjadi anak yang takut akan Tuhan, yang berprilaku hikmat dan bijak. 

Pratama berarti Pertama. aku menyebutnya dengan sebutan ini dengan alasan yang tegas dan jelas. Ia anak pertamaku! Ia anak sulung di tengah keluargaku!

Sebagai anugerah yang besar dari Tuhan, kehadiran Alvaro Radithya Pratama dalam kehidupanku tentunya menambah sukacita. Walau di dalamnya juga terkandung tuntutan yang mengharuskanku tak hanya berfikir dan hidup untuk diriku saja. Ada dia yang seluruh perjalanan hidupnya hari kupertanggungjawabkan. 

Hari demii hari kami lalui bersama. Ada duka, ada suka! Ada air mata namun juga ada senyum bahagia. Namun yang pasti, dalam setiap dinamika hidupku bersamanya, kurasakan tangan Allah begitu luar biasa. TanganNya itu memelihara kami. Mencukupkan apa yang kami butuhkan. Samapai saat ini kurasakan kami cukup berbahagia.

Hari ini genaplah usianya 1 tahun. Ku buat acara sykuran bersama-sama anak-anak Sekolah Minggu GKPS Balikpapan. Bukan untuk merhoga-hoga apalagi bermaksud berbangga diri, acara ini kubuat semata-mata untuk menyaksikan kebesaranNya. Di Jl. Merdeka No. 97 Kelurahan Mekar Sari Kota Balikpapan kebesaran Allah kurasakan sungguh nyata. Ku akui, aku bukanlah apa-apa dan bukan pula siapa-siapa di hadapanNya. Tapi sekali lagi, anugerahnya sungguh luar biasa. Kembali Dia menyapaku dengan suaraNya yang menyukakan kalbu, namun kali ini dengan keceriaan anak-anak Sekolah Minggu. Aku juga menyadari bahwa di dalam keceriaan itu ada sebakul tanggungjawab. Tanggu jawab mempertahankan Alvaro Radithya Pratama sebagai sebuah untaian harapan dan doa demikian juga tanggungjawab bagi anak-anak Sekolah Minggu yang Tuhan titipkan menjadi domba di pelayananku. Sama halnya dengan sejarah hidupku setahun yang lalu, aku percaya bahwa Allah tak akan pernah meninggalkanku.

Biarlah Alvaro Radithya Pratama tetap menjadi doa dan harapanku bagi anakku. Dan biarlah itu tetap kupahami sebagai perjuangan besar dalam kehidupanku. Perjuangan yang membutuhkan seabrek usaha dan upaya agar dia bertumbuh menjadi anak sulung yang menjadi pemimpin, pelindung bagi keluarganya, anak sulung yang dipenuhu hikmat Allah, yang takut akan Allah.

Selamat Ulang Tahun Alvaro Radithya Pratama-ku....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar