Selasa, 19 Oktober 2010

UNTUKMU YANG TERLUKA, MENDERITA DAN BERPELUH..

Mutiara... Ya, semua kita pasti mengenal atau paling tidak tau benda ini. Salah stu batu mulia yang sangat indah, yang karena keindahannya ia sangat berharga dan bahkan hanya menjadi milik orang-orang tertentu saja. Mutiara didapatkan dari kerang mutiara yang sebelumnya tercipta dalam proses yang cukup panjang. Walau saat ini sudah banyak budi daya yang dilakukan untuk mempersingkat proses itu dengan tidak menghilangkan kualitasnya.



Tapi taukah anda, dalam budi daya kerang mutiara dewasa ini, untuk mendapatkan mutiara yang indah dengan waktu yang relatif singkat, biasanya petani kerang mutiara memasukkan butiran-butiran pasir ke dalam tubuh kerang-kerang mutiara. Butiran-butiran pasir itu akan membuat kerang mutiara merasa kesakitan, sehingga ia mengeluarkan cairan yang pada akhirnya menyelubungi pasir-pasir itu. Beberapa waktu kemudian, muncullah butiran-butiran mutiara yang indah dan mahal seperti yang kita kenal. Tubuh kerang mutiara yang kesakitan, terluka, mengeluarkan cairan yang mampu menjadikan butiran-butiran pasir yang tak berharga menjadi luar biasa harganya.



Sering kali dalam kehidupan ini kita diperhadapkan dengan butiran-butiran persoalan yang menyulitkan bahkan menyakitkan. Kadangkala karena butiran-butiran pergumulan itu, kita terpaksa harus mengeluarkan tetes-tetes peluh dan air mata. Bahkan tidak jarang lebih dari itu, karena butiran-butiran pergumulan itu kita merasa hancur dan tak berarti. Sebagai orang percaya, lantas apa yang harus kita lakukan???



Lewat pengalamannya di pulau Patmos, Rasul Yohannes mengungkapkan "Barang siaoa yang Kukasihi, ia Kutegor dan kuhajar; Sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah (Why. 3:19). Dalam suratnya ini, Yohannes mengungkapkan bahwa ada kalanya Allah menegor dan menghajar orang yang dikasihinya. Tentu teguran dan hajaran ini bukan dalam rangka proses pematian, tapi dijelaskan selanjutnya bahwa tegoran dan hajaran itu diharapkan bermuara pada mempersembahkan hati dan pertobatan. Artinya, Ia menegor dan menghajar supaya orang yang dikasihiNya berbalik dan semakin dekat denganNya. Menjadi pribadi yang berharga seperti mutiara. Dalam hal ini Yohannes menggambarkan Allah bak seorang petani kerang mutiara. Ia menaruh pasir-pasir pergumulan, kesusahan bahkan penderitaan supaya kita berbalik dan semakin dekat denganNya. Adakalanya, ia harus membuat kita meneteskan air mata untuk memunculkan pribadi yang berharga mahal.



Fanny Jane Crosby (1820-1915) seorang penulis lagu yang buta sejak usianya 6 Minggu juga menuliskan pengakuannya akan kebaikan Tuhan dalam hidup yang kadang dihiasi tangis dan peluh yang saat ini dapat kita lihat dalam KJ. No. 408. Diakuinya bahwa "suka dan duka dalam hidup ini dipakai Tuhan untuk kebaikan manusia". Allah bak seorang petani Mutiara yang meneruh pasir-pasir pergumulan dan kesusahan yang menyakitkan agar kita mengeluarkan mutiara.



Pembaca yang mulia, mungkin saat ini Anda berada dalam masa-masa sulit dalam hidup Anda. Mungkin juga saat ini Anda merasa sebagai pribadi yang paling terluka, entah itu karena ditinggalkan orang yang Anda kasihi, dihianati kekasih, kehilangan pekerjaan, atau apapun itu. Firman Tuhan menggugah kita untuk melihat kenyataan itu dalam dimensi yang baru. Luka itu bukanlah akhir dari segalanya. Kesusahan itu bukalah titik akhir dari kehidupan Anda. Kenyataan itu bukan berarti kematian bagi masa depan Anda. Mari melihat kesemuanya itu dengan kaca mata baru. Seperti Rasul Yohanes dan Fanny Jane Crosby yang melihat situasi yang berat dalam hidupnya sebagai cara Allah menjadikan dirinya Mutiara, demikianlah hendaknya kita melihat setiap persoalan berat dan kesusahan dalam hidup ini. Itu merupakan kebaikan dan Kasih Tuhan dengan maksud untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Dibalik air mata yang muncul lewat kesusahan yang Anda alami akan muncul mutiara-mutiara yang indah. Kasih Tuhan memungkinkan setiap kesakitan yang kita alami berubah menjadi sukacita dan tawa ria. Oleh karena itu, relakanlah hatimu dan bertobatlah! inilah yang menjadi kunci! dengan itu, Air mata akan menjadi mutiara...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar